Sunday, 14 February 2016

Si Anak dan Buah Apel


Seorang anak kecil bersama ibunya, yang memegang dua buah apel di tanganya, sambil tersenyum penuh dengan kasih sayang ibunya berkata :

Ibu : Nak boleh ibu minta satu buah apelnya ?

Degan tiba-tiba si anak langsung menggigit buah apel yang ada di tangan kananya, kemudian anak tersebut melanjutkan menggigit buah apel yang ada di tangan kirinya, akhirnya kedua buah apel yang ada ditanganya sudah tergigit.

Melihat tiangkah anaknya, si Ibu hanya tersenyum berusaha menyembunyikan rasa kecewa pada anaknya.
Kemudian si anak mengulurkan tangan kanannya pada ibu sambil berkata,

Anak : ini untuk Ibu yang paling manis.

Ternyata si anak menggigigt buah apel tersebut hanya untuk ingin mengetahui buah yang mana yang paling manis, karena ingin memberikan pada ibunya buah apel yang paling manis, namun si ibu telah merasa kecewa duluan. Pada akhirnya dia mengerti maksud mulia anaknya.


Hikmah yang dapat diambil dari cerita di atas adalah : jangan terburu-buru menilai orang hanya karena kita melihat sekilas prilaku dia, berilah dia kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah dia lakukan.

Friday, 12 February 2016

Kasih antar tak sampai

Kisah sosok temen kita

Ini ceritanya

Dulu di awal semester dia berteman dengan abang leting di jurusan yang sama, setelah sekian lama berteman akhirnya ada suka dalam cerita. Singkat cerita terjalinlah cerita penuh tawa bersama.

Sekian semester terlewati, si agam mulai bosan pada jalan yang dirajut dengan warna benang yang sama. Pada akhirnya benang pun terputus dengan cara terpaksa, si inong mulai sadar ternyata selama ini dia hampir saja jatuh ke kaki gunung yang dalam karena menikmati angin yang menghanyutkan, tersadar dan bangun memperbaiki diri, membuat hidup penuh arti dan jadi kebanggaan orangtu,. Tinggal sekejab lagi menuju garis finish.

Tiba-tiba, si agam datang lagi membawa rajutan yang telah dibuang, dia ingin memperbaiki dan membuat rajutan baru,, si inong pun berkata, gimana mau buat rajutan baru, benang rajutnya ajah udah habis ni, sana gih beli dulu benangnya, baru kita buat tas rajut lagi,

Semoga terhibur...


Friday, 5 February 2016

Kegiatan KKP di BBI Takengon, Aceh Tengah

BERTAHAN MESKI KECIPRATAN




Kegiatan hari ini Bongkar kolam ikan Nila (Oreochromis niloticus), kegiatan ini berlangsung dari embun yang menempel di daunan, sampai matahari merangkak di atas ubun-ubun kepala. Ada sensasi yang berbeda ketika menangkap ikan dengan sepuluh jari ini. Seakan tertulis kebahagiaan tersendiri.

Tanpa sadar tangan loen kanan berdarah tertusuk sirip si Nila, namun tak mematahkan semangat untuk menangkap ikan yang masih menggelapar dan bermin lumpur. Ayoo semangat.



Jika dapat ikan satu ekor rasanya tidak mau berhenti untuk menangkap ikan lainya, tak peduli wajah kena lumpur, hahaha kali ini ber makeup kan lumpur ya buk, hati-hati tu buk kena sirip punggung si Nila nanti,, yang penting happy.


Wah si eneng  ama si akang ma enak, bisa pegang ikan Nila, saya mah apa, Cuma bisa pegang ikan Paus hahaha itu mah lebih besar atu neng.
Akang yang satu ni takut Lintah jadi dia tidak mau turun kolam, waaaah tu cowok atau siapa ya,,?????? Kasih tau gak ya.??? Heheh, cari tau ajh ya sendiri ! cari di mbah goole ajh tu !!! Gayanya ajh pake topi tapi takut turun kolam, lihat si eneng donk maco kali ni tangkap ikan Nila pake tangan.


Temen kita yang satu ini juga sama kek akang di atas gak mau turun koloam, katanya cemekam hahahaha, pada tau gak cemekam itu apa???????? Itu loh, masak sik gak tau, tapi akang-akang ni walaupin tidak turun kolam, mereka juga capek seleksi induk yang di tangkap, memisahkan yang jantan dan betina loh,  jadi semuanya kami kerja, kerja dengan porsi masing-masing, pokoknya ok ajh lah, hahaha.


Ini dia ni para akang-akang kita pisahin induk jantan dan betina, semangat,,,,,


Waaah  !!!!!!!!! teman kita yang satu ini, semangat kali, semangat 45 ? karena terlalu semangat nangkap ikan Nila dia gak sadar lagi bahwa sepatunya hilang sebelah, hahaha,, bisa jadi tu sepatu di pake sama ikan Nila atau di buat tempat mainan sama anak ikan Nila dijadiin bot, Wkwkwk.

Wah, bapak kok ikut-ikutan terjun ke kolam ya, capek pak ibu dirumah cuciin baju dan gosokin baju dinas, waaahh bapak ini PHP in ibu dirumah, janjinya ke kantor eeeh nyatanya tangkap ikan dikolam, semangat pak, bapak ni harus di contoh guys, pake baju dinas tu bukan hanya duduk di kursi di ruang ber AC, tapi turun juga tu kelapangan, biar sama-sama rasain gimna rasanya terjun kelapangan. Fighting.!!!!

Wednesday, 3 February 2016

Teknik Pembenihan Ikan Mujair (Oreochromis mosambicus)

Teknik Pembenihan Ikan Mujair (Oreochromis mosambicus)



1.      Persiapan Wadah

Sarana wadah yang digunakan berupa kolam yang perlu disediakan dalam usaha budidaya ikan mujair tergantung dari sistim pemeliharaannya (sistim 1 kolam, 2 kolam dlsb). Adapun jenis kolam yang umum dipergunakan dalam proses pemijahan ikan mujair adalah berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir.

Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.

Persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing-masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.

2.      Seleksi Induk

Ciri-ciri induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut:
a. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
b. Pertumbuhannya sangat cepat.
c. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
d. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
e. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.
f. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih per ekornya.

Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
a. Betina
- Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
- Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
- Warna perut lebih putih.
- Warna dagu putih.
- Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b. Jantan
- Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang
sperma merangkap lubang urine.
- Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
- Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
- Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
- Jika perut distriping mengeluarkan cairan.


Pemijahan akan terjadi setelah induk jantan membuat lubang sarang yang berupa cekungan di dasar kolam dengan garis tengah sekitar 10-35 cm. Begitu pembuatan sarang pemijahan selesai, segera berlangsung proses pemijahan. Setelah proses pembuahan selesai, maka telur-telur hasil pemijahan segera dikumpulkan oleh induk betina ke dalam mulutnya untuk dierami hingga menetas. Pada saat tersebut induk betina tidak aktif makan sehingga terlihat tubuhnya kurus. Telur akan menetas setelah 3-5 hari pada suhu air sekitar 25-27 derajat C. Setelah sekitar 2 minggu sejak penetasan, induk betina baru melepaskan anak-anaknya, karena telah mampu mencari makanan sendiri.

Induk betina ikan mujair berukuran 8,5 cm menghasilkan telur 78 butir, sedangkan induk yang berukuran 15 cm dapat menghasilkan telur 800 butir (Vaas dan Hoofstede 1952). Akan tetapi seekor induk mujair hanya dapat menghasilkan 100-300 anak ikan dalam setiap pemijahan (Hepher dan Pruginin 1981). Jumlah telur dan anak ikan yang dihasilkan tergantung kepada ukuran induknya dan mode pemijahan ikan. Ikan nila dan mujair mengeram telur dan mengasuh anaknya di dalam mulutnya, sehingga tidak banyak yang dapat ditampung oleh rongga mulut tersebut. Ikan mujair mulai bertelur setelah ia mencapai bobot sektiar 60 gram berumur 4-5 bulan dan dapat menghasilkan 250-400 ekor benih per ekor induk (Mujiman 1986).

Penelitian tentang teknik pembenihan ikan mujair masih sangat kurang, mulai dari penelitian tentang pemberian hormon untuk membantu pemijahan, tingkat produksi telur yang dihasilkan untuk setiap pemijahan, dan rekayasa proses pemijahan lainya. Oleh karena itu kami mengalami kesulitan dalam mencari jurnal yang berhubungan dengan teknik pemijahan ikan mujair yang disebabkan oleh keterbatasan jurnal.