Monday, 15 June 2015

pembuatan SOP Pembenihan Ikan Mujair










Standar Operasioal Prosedur (SOP)




Teknik Pemijahan Ikan Mujair
Fakultas Kelautan dan Perikanan
Jurusan Budidaya Perairan
Tgl Pembuatan
16 Juni 2015
Tgl Revisi
-
Di sahkan oleh
Dosen Mata Kuliah teknik Pembenihan ikan


(                               )

Manfaat
Memberikan informasi teknik terbaik utuk pemijahan ikan Mujair, sehingga para pembudidaya ikan air tawar sukses dengan usaha budidaya ikan Mujair

Pemilihan Induk
Ciri-ciri induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut:
Ø  Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
Ø  Pertumbuhannya sangat cepat.
Ø  Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
Ø  Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
Ø  Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.
Ø  Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih perekornya.
Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:
a. Betina
Ø  Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
Ø  Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
Ø  Warna perut lebih putih.
Ø  Warna dagu putih.
Ø  Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
b. Jantan
Ø  Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
Ø  Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
Ø  Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
Penyiapan sarana dan peralatan
Ø  Kolam pemeliharaan induk kolam sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar antara 20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm; dasar kolam sebaiknya berpasir.
Ø  Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan Luas kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50 cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5 cm.
Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, ember-ember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Pembibitan ikan mujair dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
Ø  Sistim satu kolam
Pada sistim ini kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam pendederan/ pemeliharaan anak. Setelah dilakukan persiapan media pembibitan, tebarkan induk jantan dan betina dengan perbandingan 1:2 atau 1:4 dengan jumlah kepadatan 2 pasang/10 meter persegi. Pamanenan dilakukan setiap 2 minggu sekali.
Ø  Sistim dua kolam
Pada sistim ini proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada kolam terpisah, dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan kolam pendederan adalah 1:2 atau 1:4. Dasar kolam pendederan harus lebih rendah dari dasar kolam lainnya agar aliran air cukup deras mengalir dari kolam pemijahan ke kolam pendederan. Pada pintu kedua kolam tersebut dipasang saringan kasar agar hanya anak-anak ikan saja yang dapat lewat. Jumlah dan kepadatan induk jantan dan betina yang disebarkan sama dengan sistim satu kolam.
Ø  Sistim platform
Pada sistim ini kolam dibagi dalam 4 bagian, yaitu kolam pertama sebagai tempat induk jantan dan betina bertemu atau tempat pemijahan. Kolam kedua tempat induk betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu dengan ukuran lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga hanya induk betina yang dapat lolos ke kolam kedua ini. Kolam ketiga merupakan temapt pelepasan larva dan temapat yang ke empat adalah tempat pendederan. Persiapan media dan jumlah induk yang dilepas sama dengan sistim yang pertama.