|
|
Standar
Operasioal Prosedur (SOP)
|
Teknik Pemijahan Ikan Mujair
|
|
Fakultas
Kelautan dan Perikanan
Jurusan
Budidaya Perairan
|
Tgl Pembuatan
|
16 Juni 2015
|
|
Tgl Revisi
|
-
|
|
|
Di sahkan oleh
|
Dosen Mata
Kuliah teknik Pembenihan ikan
( )
|
|
|
|
||
|
Manfaat
|
Memberikan
informasi teknik terbaik utuk pemijahan ikan Mujair, sehingga para
pembudidaya ikan air tawar sukses dengan usaha budidaya ikan Mujair
|
|
|
|
||
|
Pemilihan
Induk
Ciri-ciri
induk bibit mujair yang unggul adalah sebagai berikut:
Ø Mampu
memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
Ø Pertumbuhannya
sangat cepat.
Ø Sangat
responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
Ø Resisten
terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
Ø Dapat hidup
dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.
Ø Ukuran induk
yang baik untuk dipijahkan yaitu 100 gram lebih perekornya.
Adapun
ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai
berikut:
a. Betina
Ø Terdapat 3
buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan
lubang urine.
Ø Ujung sirip
berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
Ø Warna perut
lebih putih.
Ø Warna dagu
putih.
Ø Jika perut
distriping tidak mengeluarkan cairan.
b.
Jantan
Ø Pada alat
urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap
lubang urine.
Ø Ujung sirip
berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
Ø Warna perut
lebih gelap/kehitam-hitaman.
|
Penyiapan sarana
dan peralatan
Ø
Kolam
pemeliharaan induk kolam
sebaiknya berupa kolam tanah yang luasnya 50-100 meter persegi dan kepadatan
kolam induk hanya 2 ekor/m2. Adapun syarat kolam pemijahan adalah suhu air berkisar
antara 20-22 derajat C; kedalaman air 40-60 cm; dasar kolam sebaiknya
berpasir.
Ø
Kolam pemeliharaan benih/kolam pendederan Luas
kolam tidak lebih dari 50-100 meter persegi. Kedalaman air kolam antara 30-50
cm. Kepadatan sebaiknya 5-50 ekor/meter persegi. Lama pemeliharaan di dalam
kolam pendederan/ipukan antara 3-4 minggu, pada saat benih ikan berukuran 3-5
cm.
Alat-alat yang
biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mujair diantaranya adalah: jala,
waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih),
seser, ember-ember,
baskom
berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (Kg), cangkul, arit, pisau serta
piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan.
Pembibitan
ikan mujair dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
Ø Sistim satu
kolam
Pada
sistim ini kolam pemijahan/pembenihan disatukan dengan kolam pendederan/
pemeliharaan anak. Setelah dilakukan persiapan media pembibitan, tebarkan
induk jantan dan betina dengan perbandingan 1:2 atau 1:4 dengan jumlah
kepadatan 2 pasang/10 meter persegi. Pamanenan dilakukan setiap 2 minggu
sekali.
Ø Sistim dua
kolam
Pada
sistim ini proses pemijahan dan pendederan dilakukan pada kolam terpisah,
dengan perbandingan luas kolam pemijahan dengan kolam pendederan adalah 1:2
atau 1:4. Dasar kolam pendederan harus lebih rendah dari dasar kolam lainnya
agar aliran air cukup deras mengalir dari kolam pemijahan ke kolam
pendederan. Pada pintu kedua kolam tersebut dipasang saringan kasar agar
hanya anak-anak ikan saja yang dapat lewat. Jumlah dan kepadatan induk jantan
dan betina yang disebarkan sama dengan sistim satu kolam.
Ø Sistim
platform
Pada
sistim ini kolam dibagi dalam 4 bagian, yaitu kolam pertama sebagai tempat
induk jantan dan betina bertemu atau tempat pemijahan. Kolam kedua tempat
induk betina dimana disekat oleh kisi atau krei bambu dengan ukuran
lubang-lubang sebesar badan induk betina sehingga hanya induk betina yang
dapat lolos ke kolam kedua ini. Kolam ketiga merupakan temapt pelepasan larva
dan temapat yang ke empat adalah tempat pendederan. Persiapan media dan
jumlah induk yang dilepas sama dengan sistim yang pertama.
|
|
Monday, 15 June 2015
pembuatan SOP Pembenihan Ikan Mujair
Labels:
betia,
budidaya,
ikan,
induk,
jantan,
Mujair,
pembenihan,
pembuatan SOP,
teknik
Subscribe to:
Posts (Atom)